Minggu, 28 September 2014
Dwi Sulistiono, S. Sos: SOSIOLOGI AMBIL
Dwi Sulistiono, S. Sos: SOSIOLOGI AMBIL: Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini di...
Rabu, 17 September 2014
Pulang
Malam hampir larut
Malam juga sudah mulai gerimis
Inilah saatnya untuk kita kembali
Kita sudah cukup jauh mengembara
Menjelajah kerumah-rumah kosong itu
Aku tahu perasaan
kita cukup teruja
untuk mengisi kekosongan rumah
Dan untuk bertemu
serta berkenenalan dengan pemiliknya
Aku juga tau betapa seronoknya untuk
bersama dan bergurau degan pemilik itu
tapi aku hanya mau kembali pulang
sudah puas aku melihat destinasi indah
mengembara bersama insan seperti kamu
aku mohon maaf karena tidak dapat berada di sisimu
tetapi aku berjanji setiap detik aku di sini
setiap itu juga aku setia menanti
maafkan aku,aku terpaksa pergi karna aku sangat
menyayangi kamu…
Permulaannya hidup
Dan akhirnya kematian
Tapi kematian…adalah saat kepastian
Yang telah direncanakan oleh tuhan
Hidup adalah suatu ulangan sejarah
Yang telah
terjadi terlebih dahulu
Yang terjadi sekarang dan pada masa akan datang
Apa yang aku alami
Adalah apa yang kamu telah alami
Buat detik yang berlalu …,…itu pasti
Minggu, 24 Agustus 2014
Senyuman itu
Debu pun belum pernah ku persembahkan padamu
Percikan pelita juga tak mampu kuhadirkan dalam pengkuanmu
Aku hanya bias melecuti satu persatu kebahagianmu
Hanya bisa merampas secuil harapan
Yang engkau genggam erat dalam jiwamu
Hanya bisa melumuri setiao nadi yang berdetak
Jantung yang berdegup di antara nafas sesakmu dengan kesedihan
Serak suara mu seakan ingin memecahkan berderang cakrawala
Lantang nyayian saying terbesit diantara bibirmu
Yang merekah retak berdarah memuja cinta
Garis itu telah mengukir wajahmu Dalam buaian waktu
Sehingga tanpa sadar takaran masa itu telah memangsa dirimu
Ibu ibu ibu
Di saat semua nurani lelap dalam pangkuan dunia
Aku…aku sampai detik ini belul pernah melihat engkau tersenyum
Selalu memuja namamu di antara nyayian nuraniku
Hinggar bingar initak kan membutakan hatiku jiwa iinni rindu akan
senyumanmu
Ibu ibu ibu
Aku..aku yang belum pernah membuat engkau tersenyum
Tak kan pernah lelap dengan marut yang selalu mengejarku
Tak kan pernah silau dengan singgasana yang merinduku
Seribu debu pun tak akan bisa membutakan rinduku
Raga ini rapuh diantara cinta dalam kerinduan
Ibu ibu ibu
Aku…aku yang hanya bisa membuat engkau menagis
Mencoba merajut mimpi-mimpi yang telah tercabik waktu
Dengan setiap tetes darah yang engkau tanam dalam tiap sendi jiwaku
Ibu…cinta …sayang dan doaku telah terpatri untukmu…
Langganan:
Postingan (Atom)
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Secara umum, jurnal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh orang-orang yang ahli dalam suatu bidang. Sementara itu, Dalam Kamus Besar Baha...
-
SOAL UJIAN SEMESTER I KELAS V (LIMA) TEMA 5 (EKOSISTEM) I. PILIHAN GANDA Pilihlah a,b,c dan d jawaban yang ...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa diartikan sebagai suatu sistem berupa bunyi atau lambang yang bersifat abitrer, ...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masala h Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana ...
