Minggu, 26 Februari 2017

Makalah Motivasi Pendidikan agama islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Sesuai dengan fitrahnya bahwa manusia mempunyai kecenderungan mengabdi kepada Sang Pencipta. Dengan kecenderungannya tersebut dia akan mencari jalan untuk dapat menunjukkan pengabdiannya tersebut melalui beragama. Karena satu-satunya cara agar penghambaannya sampai kepada sang Pencipta adalah melalui beragama. Manusia mengenal agama sejak ia mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya yakni lingkungan keluarga, dimana kedua orang tuanya yang mengajarkan tentang keagamaan. Sejalan dengan perkembangan jiwa, ia mulai merasakan dorongan-dorongan lain yang berkaitan tentang proses keberagamaannya. Artinya dorongan tersebut tidak lagi hanya sekedar karena orang tua tetapi karena hal-hal di luar itu. Proses perubahan dorongan dari faktor keluarga ke faktor lainnya antara seseorang yang satu dengan yang lainnya berbeda. Ada yang prosesnya secara bergejolak, ada pula yang perubahan itu berjalan tanpa disadari. Dorongan untuk memeluk satu agama inilah yang disebut dengan motivasi beragama.
Motivasi beragama seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor intern dalam diri manusia itu sendiri dan faktor ekstern di luar diri manusia.








B.            Rumusan Masalah
1.             Apa pengertian motivasi?
2.             Apa saja peran motivasi itu?
3.             Apa saja jenis-jenis motivasi beragama itu?


C.           Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan menjawab rumusan masalah diatas. Kita bisa mengetahui tentang apa itu motivasi agama, peran dan jenis-jenis motivasi beragama.



















BAB II
PEMBAHASAN



A.           Pengertian Motivasi
Motivasi merupakan istilah yang lebih umum digunakan untuk menggantikan terma “motif-motif” yang dalam bahasa inggris disebut dengan motive yang berasaal dari kata motion yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Karena itu terma motif erat hubungannya dengan gerak, yaitu gerakan yang dilakukan manusia atau disebut dengan perbuatan atau tingakah laku. Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadinya tingkah laku.
Dalam kaitanya  dengan tingkah laku keagamaan, motivasi sangat penting untuk dibicarakan dalam rangka mengetahui apa sebenarnya latar belakang suatu tingkah laku keagamaan yang dikerjakan seseorang. Disini peranan motivasi sangat besar dalam membimbing dan mengarahkan seseorang terhadap tingkah laku keagamaan. Namun demikian ada motivasi tertentu yang sebenarnya timbul dalam diri manusia karena terbukanya hati manusia terhadap Allah, sehingga orang tersebut menjadi orang yang beriman dan kemudian dengan iman itulah ia lahirkan tingkah laku keagamaan.
Kajian psikologi telah menunjukkan bahwa timbulnya kesadaran baragama disebabkan adanya berbagai faktor, baik dari dalam diri seseorang maupun dari luar. Faktor dari dalam diri seseorang misalnya motif, kesediaan dan harapan sedangkan faktor luar berasal dari suatu obyek luar yang mempengaruhi. Kemudian dalam mekanismenya, kesadaran beragama akan menimbulkan pengalaman beragama dan demikian seterusnya terkait secara timbal balik. Kesadaran dan pengalaman beragama ini sangat erat kaitannya dengan tingkah laku keagamaan.


Stagner berpendapat bahwa sebagian ahli psikologi membagi motivasi manusia kepada tiga bagian, yaitu:
a.              Motivasi biologis, yaitu motivasi dalam bentuk primer atau dasar yang menggerakkan kekuatan seseorang yang timbul sebagai akibat dari kebutuhan organik tertentu, seperti lapar, dahaga, kekurangan udara, letih dan menjauhi rasa sakit. Keperluan-keperluan ini mencerminkan suasana yang mendorong seseorang untuk mengerjakan suatu tingkah laku.
b.             Motivasi emosi, seperti rasa takut, marah, gembira, cinta, benci, jijik dan sebagainya. Emosi-emosi seperti ini menunjukkan adanya keadaan-keadaan yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku tertentu.
c.              Motivasi nilai dan minat, nilai dan minat seseorangitu bekerja sebagai motivasi yang mendorong seseorang bertingkah laku sesuai dengan nilai dan minat yang dimilikinya.

B.            Peran motivasi
Motivasi memiliki beberapa peran dalam kehidupan manusia, diantaranya adalah:
a.              Motivasi berfungsi sebagai pendorong manusia dalam berbuat sesuatu.
b.             Motivasi berfungsi untuk menentukan arah dan tujuan.
c.              Motivasi berfungsi sebagai penyeleksi atas perbuatan yang akan dilakukan oleh manusia baik atau buruk.
d.             Motivasi berfungsi sebagai penguji sikap manusian dalam beramal benar atau salah.
Jadi, motivasi itu berfungsi sebagai pendorong, penentu, penyeleksi dan penguji sikap manusia dalam kehidupannya. Dari semua fungssi atau peranan motivasi diatas, fungsi pendoronglah yang paling domonan diantara fungsi-fungsi yang lain.
Faktor-faktor pendorong yang melahirkan tingkah laku keagamaan bermacam-macam. Menurut Abdul Aziz Ahyady, penyebab tingkah laku keagamaan manusia itu merupakan campuran antara berbagai faktor, baik faktor lingkungan, biologis, psikologis rohaniah, unsur fungsional, unsur asli dan fitrah atau karunia Tuhan.  Karena itu studi yang membahas masalah empiris, non empiris dan rohaniah adalah agama. Agama berwenang mencari hakikat yang terdalam mengenai fitrah, takdir, kematian, hidayah, taufik, keimanan, malaikat, setan, roh, dosa,jiwa, kehadiran Tuhan dan realitas non empiris maupun rohaniah.

C.           Jenis motivasi beragama
1.             Motivasi beragama dalam psikologi
Ada empat motivasi beragama yang menyebabkan orang beragama, yaitu:
a.             Agama sebagai sarana untuk mengatasi frustasi
Manusia mempunyai kebutuhan dalam kehidupan ini, mulai dari kebutuhan fisik sampai pada kebutuhan psikis. Apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi maka terjadilah ketidakseimbangan, yakni antara kebutuhan dengan pemenuhan, maka hal ini akan menimbulkan kekecewaan yang tidak menyenangkan, kondisi atau keadaan inilah yang disebut frustasi. Pengamatan psikologi menunjukkan bahwa keadaan frustasi itu dapat menimbulkan tingakah laku keagamaan. Orang yang mengalami frustasi tidak jarang mengatasi frustasinya dengan bertingkaah laku religious atau keagamaan.
b.             Agama sebagai sarana untuk menjaga kesusilaan
Elizabrth K. Nottinghamn mengatakan bahwa agama memiliki kontribusi terhadap proses sosialisasi dan masing-masing anggota masyarakat. Manusia membutuhkan suatu institusi yang menjaga dan menjamin berlangsungnya ketertiban dalam hidup moral dan sosial, dan agama sangat berfungsi sebagai institusi semacam itu.  Motivasi agama yang mereka lahirkan lewat tingkah laku keagamaan tersebut tidak lain merupakankeberadaan agama sebagai sarana untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat.
c.             Agama sebagai sarana untuk memuaskan intelek yang ingin tahu
Agama memang mampu memberikan jawaban atas kesukaran intelektual-kognitif, sejauh kesukaran itu diresapi oleh keinginan eksistensial dan psikologi, yaitu oleh keinginan dan kebutuhan manusia akan orientasi dalam kehidupan agar dapat menempatkan diri secara berarti dan bermakna ditengah-tengah alam semesta ini.
d.            Agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan
Ketakutan yang dimaksud adalah ketakutan yang tidak ada obyeknya. Ketakutan tanpa obyek itu membingungkan manusia dari pada ketakutan yang mempunyai obyek. Kalau ada obyek, maka rasa takut diatasi dengan memberantas atau memerangi obyek yang menakutkan itu, tapi kalau tidak ada obyeknya, bagaimana seseorang harus memerangi atau mengatasi ketakutan itu.
2.             Motivasi beragama dalam islam
Didalam agama islam ada dua jenis motivasi beragama, yaitu motivasi
beragama yang rendah dan motivasi beragama yang tinggi.
a.             Motivasi beragama yang rendah
Diantara motivasi beragama yang rendah dalam islam adalah:
1)             Motivasi beragama karena didorong oleh perasaan jah dan riya’. Seperti motivasi orang dalam beragama karena ingin kepada kemuliaan dan keriyaan dalam kehidupan masyarakat.
2)             Motivasi beragama karena ingin mematuhi orang tua dan menjauhi larangannya.
3)             Motivasi beragamakarena demi gengsi atau prestise, seperti ingin mendapat predikat alim atau taat.
4)             Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan sesuatu atau seseorang.
5)             Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari kewajiban agama. Dalam hal ini orang menganggap agama itu sebagai suatu beban, suatu yang wajib dan tidak menganggapnya suatu kebutuhan yang penting dalam hidup.
b.             Motivasi beragama yang tinggi dalam islam adalah:
Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan surga dan menyelamatkan diri dari azab kubur. Didalam islam ketaqwaan merupakan pokok bagi tumbuhnya kesejahteraan dan kebahagiaan jiwa. Sedangkan kejahatan merupakan pokok bagi timbulnya kesengsaraan dan ketidakbahagiaan jiwa manusia.
1)             Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
2)             Motivasi beragama didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keridhaan Allah dalam hidupnya.
3)             Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.
4)             Motivasi beragama karena didorong ingin hulul (mengambil tempat untuk menjadi satu dengan Tuhan). Motivasi ini dipelopori oleh seorang sufi yang bernama Husain Ibnu Manshur al-Hallaj.
5)             Motivasi beragama karena didorong oleh kecintaan (mahabbah) kepada Allah SWT. Motivasi ini dipelopori seorang sufi yang bernama Rabi’ah al-Adawiyah.
c.             Motivasi beragama karena ingin mengetahui rahasia Tuhan dan peraturan Tuhan tentang segala yang ada (ma’rifah). Ma’rifah merupakan nur  ilahi yang dihujamkan kepada qalbu suci yang dikehendakinya. Seorang yang mencapai ma’rifah mengalami penyingkapan (kasyaf) dan penyaksian (musyahadah) terhadap ilmu yang hakiki. Ma’rifah diperoleh melalui penajaman cita rasa setelah melakukan penyucian diri (tazkiyah al-nafs) dan latihan (riyadhah). Motivasi ini dipelopori oleh seorang sufi yang bernama Abu Hamid al-Ghozali.
d.            Motivasi beragama karena didorong oleh keinginan untuk al-ittihad (bersatu dengan Tuhan). Menurut ajaran tasawuf untuk mencapai al-ittihad ada proses yang harus dilalui. Proses ittihad diawali dengan adanya al-fana dan al-baqa yaitu menghancurkan atau menghilangkan kesadaran terhadap dirinya dan yang ada hanya eksistensi Tuhan. Maksud menghilangkan kesadaran akan dirinya sendiri adalah menghilangkan kebodohan, menghilangkan sesuatu yang menyalahi peraturan Tuhan, menghilangkan semua akhlak yang tercela, menghilangkan sifat-sifat kebinatangan dan kemanusiaan dan menghilangkan eksistensi atau wujud jasmani. Sedangkan maksud menetapkan kesadaran akan wujud Tuhan adalah menetapkan akan ilmu pengetahuan, menetapkan sesuatu yang sesuai dengan peraturan Tuhan, mengisi dengan akhlak terpuji, menetapkan sifat-sifat ketuhanan dan menetapkan eksistensi atau wujud rohani untuk bersatu dengan Tuhan.


BAB III
PENUTUP


A.     Kesimpulan
Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga bagi terjadinya tingkah laku. Dalam kaitanya  dengan tingkah laku keagamaan, motivasi sangat penting untuk dibicarakan dalam rangka mengetahui apa sebenarnya latar belakang suatu tingkah laku keagamaan yang dikerjakan seseorang Adapun peran motivasi adalah sebagai berikut:
1.             Motivasi berfungsi sebagai pendorong manusia dalam berbuat sesuatu.
2.             Motivasi berfungsi untuk menentukan arah dan tujuan.
3.             Motivasi berfungsi sebagai penyeleksi atas perbuatan yang akan dilakukan oleh manusia baik atau buruk.
4.             Motivasi berfungsi sebagai penguji sikap manusian dalam beramal benar atau salah.
Ada dua  jenis dalam motivasi beragama, yaitu motivasi beragama dalam psikologi dan motivasi beragama dalam islam.
B.     Saran
Dalam penyusunan makalah ini maupun dalam penyajiannya kami selaku manusia biasa menyadari adanya beberapa kesalahan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik maupun saran bagi kami yang bersifat membantu agar kami tidak melakukan kesalahan yang sama dalam penyusunan makalah yang selanjutnya dan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.




DAFTAR PUSTAKA


Fuadah Ana, (2015) makalah motivasi beragama [Online]. Tersedia: http://anafuadah.blogspot.co.id/2015/04/makalah-motivasi-beragama.html [diakses 28 April 2014].


Shaleh, Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab, (2004), Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, Jakarta : Prenada Media



Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.
*Tere Liye
"Buat apa kau memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, buat apa kau mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain"
--Tere liye, novel "Bidadari-Bidadari Surga"

Rabu, 19 Oktober 2016

PENGERTIAN ILMU-ILMU SOSIAL (SOCIAL SCIENCES) DAN STUDI SOSIAL (SOCIAL STUDIES).



1.             Pengertian Ilmu- Ilmu Sosial (Social Sciences)
Ilmu sosial ialah suatu disiplin ilmu yang meliputi seluruh aspek didalam kehidupan mulai dari sifat seseorang atau individu, interaksi antar individu, individu dengan kelompok dan interaksi antar kelompok.
Pengertian ilmu sosial dasar ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam masalah sosial khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat umum dengan memakai berbagai macam pengertian seperti, fakta, konsep dan teori yang berasa dari bermacam-macam bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, misalnya: ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, sejarah dan lain sebagainya. Tujuan ilmu sosial dasar adalah untuk membantu perkembangan pengetahuan atau wawasan pemikiran dan juga kepribadian agar supaya mendapatkan wawasan pemikiran sosial yang lebih luas lagi. Ilmu sosial juga berfungsi untuk mempelajari interaksi timbal balik antar individu, dan cara unttuk memecahkan masalah yang timbul diantara individu, maupun kelompok. Sebab tidak mungkin dalam kehidupan ini kita sama sekali tidak memiliki masalah, dan disinilah peran ilmu sosial sangat penting, karena mengacu pada beberapa aspek seperti, moral, politik dan lain sebagainya.
A.    Beberapa contog permasalahan yang sering terjadi
Contoh masalah yang sering yang terjadi, misalnya seperti:
  1. Individu: Disaat rasa ego dari seseorang (individu) tersebut muncul saat itu juga permasalah sedang terjadi pada individu tersebut.
  2. Kelompok: Saat dimana masalah sedang terjadi lalu berimbas pada banyak orang, itulah masalah yang harus dihadapi oleh kelompok tersebut.


B.              Pengertian dari ilmu sosial menurut beberapa ahli
Pengertian ilmu sosial menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Menurut, Achmad Sanusi ~ Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis & biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah.
  2. Lalu menurut, Peter Herman~Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namuntetap merupakan sebagai satu kesatuan
  3. Dan menurut, Gross ~ Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat & pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Dan tidak ada salahnya jika kita belajar akan berbagai hal yang ada disekeliling kita, sebab dari hal tersebut kita akan dengan mudah mempelajari setiap permasalahan dan memecahkannya dengan cara yang baik.
2.             Pengertian Studi Sosial (Social Studies)
Berikut ini akan diberikan beberapa pengertian studi social dari beberapa ilmuan Negara-negara maju seperti berikut:
1.      The committee on the Social Studies of the National Education Associaton`s and Reorganisation of Secondary Education in 1916,memberikan definisi sebagai berikut:
“those (studies) whose subject matter relates to the organisation and development of human society and to man as member of social group”(Artur C. Binning & David H.Binning,Teaching the Social Studies in secondary school 1952.New York,page.2)
Maksudnya ialah,studi sosial merupakan mata pelajaran yang menggunakan bahan ilmu-ilmu sosial untuk mempelajari hubungan manusia dalam masyarakat dan manusia sebagai anggota masyarakat.
  1. Paul Mathias,dalam bukunya The Teacher handbook for social Studies,Blandford press,London 1973,page 20-21,mengatakan:
“The study of man in society in the past,present and future.Social studies emerges as a subject of prime importance for study in school”.
Artinya,Studi sosial ialah suatu mata pelajaran manusia dalam masyarakat pada masa lalu,masa kini,dan masa yang akan datang (tekadnya pada masalah hubungan manusia).
3.      Arthur G. Binning and David H.Binning (1982) mengemukakan bahwa: Studi Sosial adalah mata pelajaran yang berhubungan langsung dengan perkembangan dan organisasi masyarakat manusia dan manusia sebagai anggota dari kelompok sosial.
4.      Edgar B. Wesley (1980), mengemukakan bahwa: Studi Sosial adalah Ilmu-ilmu Sosial yang disederhanakan untuk tujuan pengajaran di sekolah.
5.      Willian B. Ragam (1982), menyatakan bahwa: Program Studi Sosial mencerminkan bahan-bahan dari berbagai ilmu Sosial, tetapi ia juga mempergunakan bahan-bahan dari masyarakat setempat.
6.      John Jarolimek (1967) menyatakan bahwa: Studi Sosial merupakan bagian dari kurikulum pendidikan dasar yang materi pelajarannya terdiri dari ilmu-ilmu social seperti; Sejarah, Geografi, Ekonimi, Antropologi, Soiologi, Politik, Psykologis Sosial bahkan termasuk Ilmu Filsafat.

1.             Studi sosial adalah:
Suatu studi tentang hubungan manusia dalam suatu keragaman pola.
1.      Esensi tujuan yang hendak dicapai adalah mengembangkan warga masyarakat yang baik (efektif),yang memiliki:
1)      ilmu pengetahuan
2)      proses-prose berfikir
3)      sejumlah keterampilan
4)      sikap-sikap dan nilai-nilai
2.      Fokusnya bertumpu pada:
1)      Interaksi hubungan manusia dengan sosian dan fiskal.
2)      hubungan manusia dengan bumi,kelembagaan dan sistem nilai.
3)      isi program IPS diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial dan sumber-sumber lainya jika diperlukan dalam unut-unit program instruksional.
3.      Kurikulum diorganisasikan sehingga meliputi:
1)      Tema-tema.
2)      topik-topik.
3)      unit-unit dalam urutan pengembangan.
4)      menggunakan suatu keragaman media dan strategi-strategi mengajar,untuk mencapai tujuan-tujuan.
5)      evaluasi yang terus-menerus pada kegiatan belajar siswa
4.    Kurikulum bertumpu pada fundasi-fundasi:
1)      disiplin ilmu sosial
2)      psikologi.
3)      historis
4)      filosofis
5.      Semua program pengajaran IPS mengacu pada dimensi-dimensi:
1)      intelektual
2)      personal.
3)      sosial.
4)      kultural.
5)      waktu dan
6)      dimensi ruang atau tempat
Dari berbagai pendapat di atas ternyata studi sosial lebih banyak menekankan hubungan  antara manusia dengan masyarakat,hubungan antara manusia dalam masyarakat,disamping hubungan manusia dengan lingkungan pisiknya.
Dengan rumusan pendapat diatas,secara umum dapatlah disimpulkan bahwa studi sosial pada hakikatnya ialah kajian mengenai manusia dengan segala aspeknya dalam sistem hidup bermasyarakat.Kajian ini dilakukan orang dalam bentuk pengajaran disekolah untuk mempersiapkan anak didik menjadi warga negara yang baik,berdasarkan nilai dan kaidah kemasyarakatan yang hidup dan berlaku.













DAFTAR PUSTAKA









Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Secara umum, jurnal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh orang-orang yang ahli dalam suatu bidang. Sementara itu, Dalam Kamus Besar Baha...